Sunday, December 03, 2006

CEMILAN ANAK Vs OBESITAS

Banyak orang tua beranggapan salah bila melihat anaknya kurus. Mereka merasa malu dan minder sebab merasa tidak bisa merawat anaknya dengan baik sehingga anak tersebut kekurangan gizi. Untuk mengatasi hal tersebut akhirnya mereka memaksakan anaknya makan melebihi porsi yang wajar, biasanya dibantu dengan penggunaan obat nafsu makan. Padahal semua itu akan mengakibatkan obesitas pada anak. Apalagi seorang anak yang lahir dengan berat badan yang kurang dari normal biasanya merupakan indikator bahwa orang tuanya mengidap diabetes mellitus dan kemungkinan besar penyakit tersebut akan menurun pada anaknya.
Anak yang telah terbiasa makan dengan porsi yang sangat besar akhirnya akan sulit untuk dikendalikan sebab hipotalamusnya telah menjadi sangat aktif. Apalagi setelah anak tersebut tumbuh dan mulai mengerti lingkungan sekitar seperti iklan-iklan di TV yang menyajikan makanan cemilan anak yang sangat menggiurkan. Wow…ini akan menjadi masalah ynag cukup pelik bagi para orang tua. Anak-anak tersebut memang telah memahami lingkungannya, namun di sisi lain mereka belum dapat memahami arti pentingnya menjaga kesehatan.
Anak-anak yang sangat gemar mengkonsumsi coklat, es krim, dan cemilan lain yang mengandung kalori dan kadar garam yang tinggi memiliki resiko tinggi terkena obesitas yang selanjutnya berpotensi menimbulkan berbagai penyakit seperti diabetes mellitus dan hipertensi saat mereka dewasa. Coklat mengandung kakao, susu, dan gula yang berkalori tinggi. Es krim memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi sebab mengandung susu, telur, terutama yang ditambah coklat sebagai perasa. Selain itu dinginnya es krim dapat memberi dampak buruk bagi sistem pernafasan. Cemilan berupa biskuit-biskuit atau snack-snack lain biasanya memiliki kandungan garam yang cukup tinggi yang dapt menambah faktor resiko hipertensi saat mereka dewasa.

Berbagai sumber

BAGAIMANA AGAR POLA MAKAN ANAK TETAP TERKENDALI ???

Sebelumnya, para orang tua harus memehami lebih dulu bahwa anak yang kurus tidak selalu berarti kekurangan gizi. Anak yang pola makannya sudah baik, bergaya hidup sehat, dan memiliki riwayat kesehatan baik namun terlihat kurus biasanya akan tumbuh menjadi anak yang memiliki tulang dan daya tahan tubuh yang kuat sebab zat-zat gizi yang dikonsumsi digunakan tubuh secara optimal untuk pertumbuhannya.
Namun, jika pola makan anak sudah terlanjur sulituntuk dikendalikan, ada beberapa tips untuk mengatasinya :
- Jangan terapkan diet ketat pada anak, karena hal ini akan mengganggu proses pertumbuhannya.
- Kurangi asupan lemak, ganti dengan karbohidrat dan vitamin serta serat yang cukup dari sayuran dan buah-buahan.
- Biasakan makan bersama keluarga, amati pola makan anak.
- Ajarkan anak makan secara perlahan sehingga anak akan lebih sensitif merasa kenyang
- Kurangi kebiasaan menyediakan cemilan berupa makanan ringan, ganti dengan cemilan buah yang disajikan dengan kreasi yang menarik.
- Jika anak sudah bersekolah, upayakan membawa bekal dari rumah agar menu makannya dapat terkontrol.
- Jauhn TV dari ruang makan, sebab makan sambil nonton TV biasanya akan cenderung menambah nafsu makan.
- Jangan sekali-kali menjadikan makanan sebagai penghargaan atau hukuman bagi anak.

Berbagai sumber

JUGUN IANFU

Jugun ianfu adalah istilah Jepang dari budak seks yang ditipu, diculik, diperkosa, dan kemudian dipaksa menjadi pelayan nafsu tentara Jepang di masa penjajahan. Hal tersebut terungkap ketika Mbah Mardiyem memberi kesaksian di hadapan Mahkamah Internasional di Jepang (Pengadilan Kudan Kaikan, Tokyo) beberapa waktu lalu.

Ada fenomena baru yang muncul, ketika sebuah mode menggejala di Indonesia, yaitu sebuah mode baju ketat. Fenomena itu adalah penomena yang disebut “pelacuran diri” secara massal. Dikatakan melacur kerena ia menjadikan bagian dari tubuhnya bisa dinikmati siapa pun. Mungkin terlalu kasar istilah “pelacuran diri”, tapi itulah yang terjadi secara sadar atau pun tidak.
Kalau kita bisa sangat bersimpati kepada Mbah Mardiyem, maka akan sangat sulit bagi kita untuk memaklumi yang terjadi saat ini, ketika aurat sudah tidak berharga lagi. Ia ibarat jajanan pasar yang terbuka yang bisa dilihat siapa pun, bahkan bisa dipegang-pegang dan dijamah siapa pun. Yang bisa dicicipi dulu maupun tidak jadi membeli. Bahkan terkadang jajanan itu menjadi tempat berhinggap lalat-lalat.
Mbah Mardiyem dan cewek-cewek tersebut jelas berbeda, walaupun ada kesamaan. Kesamaannya adalah mereka sama-sama dipaksa. Yang satu dipaksa melacur setelah diculik dan diperkosa, sedangkan yang satu lagi dipaksa “melacur” setelah dicekoki pemikirannya, diracuni budayanya, dan dirusak susilanya melalui TV, radio, VCD, koran, dan semua persenjataan penghancur kebudayaan yang lain. Mereka dibuat sangat malu bila tidak mau mengikuti mode tersebut.
Naudzubillahi min dzaalik…
Biarlah orang mengukur kelebihan seorang wanita bukan dari penampilan fisik semata, melainkan dari pancaran akhlaq, kecerdasan, keanggunan, dan inner beauty yang lain.
Sumber : DKM At Thoyyibah

JILBAB DAN CANGKANG TELUR

Jilbab bukan sekedar mode atau tradisi kerdil, ia adalah sesuatu yang agung karena disyariatkan oleh Yang Maha Kuasa. Jika kita di pasar membeli telur, maka kita akan membeli telur yang kulitnya bersih dan tidak ada cacatnya. Jadi cangkang telur itu sangat penting sebab di sanalah letak harga telur itu ditentukan. Kalau diantara kalian ada yang punya cangkang yang berlubang, sobek, atau sengaja untuk tidak menutupi apa yang seharusnya tidak ditampakkan, bersiaplah untuk ditawar yang serendah-rendahnya.
Cangkang adalah perisai maha indah bak sebuah kotak perhiasan bagi mutiara. Ia melindungi embrio dari berbagai infeksi. Ia menjadi perisai gerak langkah. Menghindarkan diri dari perbuatan bahaya.
Wanita yang sholihah akan selalu menggunakan hijab yang sesuai dengan ketentuan syara’, khususnya pada saat dia akan keluar dari rumah untuk suatu kepentingan. Ia tidak diperbolehkan untuk keluar dari rumahnya dengan menampakkan aurat atau menggunakan busana yang mengundang daya tarik laki-laki yang memandangnya.
Wanita sholihah akan gemetar dengan apa yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW, siksa yang pedih bagi siapa saja yang tidak mengikuti aturannya, Beliau bersabda :
“Ada dua golongan dari penghuni neraka yang tidak pernah kulihat seperti mereka berdua, yaitu orang-orang yang membawa cemeti seperti ekor-ekor sapi yang dengan cemeti itu mereka memukul manusia danwanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak lenggok dan bergoyang –goyang kepala mereka seperti punuk unta yang bergoyang-goyang , mereka tidak masuk Syurga dan tidak dapat mencium baunya. Sesungguhnya bau Syurga itu bisa dicium dari jarak sekian lama dansekian lama” (HR. Muslim)
Sumber : DKM At Thoyyibah

Kedua artikel tersebut di atas adalah artikel yang saya temukan dalam tumpukan buku hasil koleksi selama kuliah. Saya tidak ingat dari mana asal lembaran tersebut, tapi yang pasti dari pertama kali saya membacanya dulu, saya sangat menyukainya. Artikel tersebut juga sempat menjadi salah satu hiasan dinding kamar saya.

Sunday, October 01, 2006

Lansia…oh…Lansia… (Thanks to part 1)

Pineappleestate/September 2006

Finally Alhamdulillaahi Rabbil ’Aalamiin… selesai juga urusan dhira dengan folder “Lansia…oh…Lansia…” di PC.
Yups! Makasih ya buat semua pihak yang udah mendukung skripsi dhira…
© Allah SWT yang udah setia, always ada buat dhira, semua curhatan dhira cuma Allah Yang Maha Tahu… Yang selalu membimbing dhira, jagain dhira, MAAF… AMPUN… kalo dhira masih suka males, bandel, nakal, ngelakuin hal2 yang ga beres… dhira yakin Allah udah dan akan selalu kasih yang terbaik buat dhira.
© Aba and Umi ter…sayankh… yang udah saaaaaaaaabaaaaaaaarrrr bgt menghadapi segala yang terjadi dalam diri dhira. Makasih buat semua cinta dan kasih sayang, perhatian, pengertian, dukungan, dan kekuatan do'a yang tiada henti. Dhira selalu merasakannya… I LoVe U
© Semua keluarga besarku. Esp Om Yusuf Bahfen, makasih buat semua sayang and perhatiannya dari dhira kecil, ampe sekarang jadi sarjana (esp buat PCnya, berguna bgt om…), you are my best uncle… buat Jihan’s mom and dad makasih dah ngerepotin tolongin transfer uang mulu dari umi buat dhira… buat Mamah Husun, makasih ya buat uang bulanannya, berguna banget lho Mah… buat kak Aziz, kak Novel, kak Hadi, and kak Fahmi makasih buat semua dukungannya selama ini…
Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS and Ibu Katrin Roosita, SP, MSi terima kasih atas kesabaran, perhatian, dan pengertiannya selama membimbing, maaf kalo dhira suka agak bandel and lemot.
© Ir. Eddy S.M, MS makasih dah sempat jadi dosen moderator seminar dhira, maaf ya pak kalo seminar dhira penuh banget ruangnnya jadi rame. Dr. Ir. Sri Anna M, MS makasih bu buat saran2nya saat sidang.
© Dr. Ir. Evy Damayanthi, MS makasih bu dah jadi dosen pembimbing dhira selama semester 3 – 6. Maaf kalo IPK saya cuma segitu2 aja bu...
© Mas Rena and pak Ugan, makasih dah rela direpotin ama urusan akademik dhira… maaf ya kalo dhira bawwwweeellll bgt…

Lansia…oh…Lansia… (Thanks to part 2)

© Rian and Nq, makasih ya buat kebersamaan and persaudaraannya selama penelitian. Maaf kalo dhira banyak salah…kapan kita main lagi ke desa???
© Mba Kori and mba Yulia, makasih dah bantuin turun lapang, keujanan and kepanasan bareng2…
© Mba Mega, makasih buat bantuan olah datanya… maaf kalo dhira ngerepotin mulu…
© Mba Nisa, makasih buat curhatannya, saran2nya, and semua dukungannya buat dhira.
© Teh Ai and Teh Asma, makasih buat bantuannya selama turun lapang… capex ya teh, nganterin kita muter2 desa hunting kakek and nenek…
©Kakek2 and nenek2 ku di desa, makasih ya dah mau diajak ngobrol, ditimbang, diperiksa, and digangguin waktu istirahatnya… esp buat Pak Sala and Pak Arum, makasih buat candaan and dongengnya… (I’ll be missing u…) doain ya pak saya bisa jadi orang sukses… Amin…
© My beautiful family in Salsabillah (Tia, Arum, Novi, Ros, Riska, Tika, Dika, Siti, Arin, Opie, Risna, Manda, Wahyu, Dian, Fera, Ipit, Mba Abe, Mba Lies, Teh Endah, Niken, Puji, and Rheni) makasih buat dukungan dan perhatiannya. Maaf kalo dhira sering bikin kehebohan di Salsabillah bawa2 “pasukan”…
© All my friends in Gamasakers '39 ; esp Meti (calon ibu muda, pa kabar keponakan?), Gita & Aya (masih inget awal2 qita kost?? Kompak jd PGT di kosan sendiri… ;p), Aries and Dikfa (makasih buat curhatannya waktu di Sumedang. Kapan qita jalan2 lg? thanx juga dah bantuin waktu baksos), Bwie, Meta, Genta, Kang Densur, Mideh, Ninot, Tin2, Eva & Anggit (thanx buat kebersamaannya di BKG, dhira banyak belajar dari sana), Shimon (kenapa qita baru dekat pas akhir2 ya?!), Nina, Anne & Mey2 (makasih buat kejutannya di tiap ultah dhira, even bikin heboh mulu ;p), Juqi (thanx buat cerita2nya waktu kuliah… hehe ;p bandel ya qita ngobrol mulu..?!), Erma (thanks buat curhatannya), Citra (msh inget ama buku “Sirosis Hati” kita?! ;p), Alam, Arfah, Santo, Witie, Amie & Nica (ayo semangat!!!) semuanya… makasih ya buat kenangan persahabatan, canda tawa, air mata, dan motivasinya selama 4 tahun.
© My Picung's team; Ossy, Inge, Ela, Ejza, and Wendi makasih buat semua perhatian dan persahabatannya. Esp buat Ossy, makasih dah nemenin dhira turun lapang, menerobos kebon singkong, foto2 bareng aki-aki…

Lansia…oh…Lansia… (Thanks to part 3)

© To Ifnu and Acid (my best brothers ever) thanks for everything guys…
Buat Ifnu, makasih dah rela always direpotin ama kebawelan dhira, bahan2 buat tugas caffein-nya, perkenalannya dengan adit, puisi2 Faiz-nya, pinjaman PCnya selama Ifnu PKL plus pelajaran compie-nya, semua curhatannya dari yg penting banget ampe yg ga penting banget, dibikin BT ma dhira, diajak nyasar malem2 ke rumah Anne ambil monitor, trus besoknya masih diajak capex muter2 ke mangga dua ampe malem and berat bawain CPU, masih berlanjut dengan installin PC ampe jam 2 pagi (sms-nya masih dhira simpen tu…), bantuannya waktu dhira ujian, pelajaran excellnya, makan2 barengnya, jalan2nya, canda tawanya, pinjaman monitornya plus dianter and diambil ke pineappleestate, maaf kalo dhira suka “ketus” (ga tau deh untuk yg satu itu knp, I’m promise I’ll trying to be better ;p), kabel audionya (oleh2 dr mangga dua, skrg berguna bgt lho ;p), mouse optic-nya (oleh2 dr Sragen tu… ;p), traktiran bread talk-nya (bener ga tulisannya?! ;p), pinjeman tas, antar-jemputnya, and tutorialnya waktu dhira ke Bali (hhmmm… ada yg kurang??? ^_^)
Buat acid, makasih dah mau nganterin beli flash disc ke Ambassador, tukeran hp sementara waktu dhira KKP (maaf kalo hp-nya sering jatuh ;p), nganterin ke kampus, ke rumah bu Katrin, makan2 barengnya, curhatannya, candaannya, urusan virusnya, pelajaran format ulangnya, penantiannya saat dhira sidang,
(hmmmm… apa lagi ya?? Pokoknya semua deh…)
Thanks for the friendship, you are one of the best gift in my life… I never wanna loose you as my best friend… One of my best teacher (banyak hal baru yang dhira dapat setelah kenal kalian), One of my best motivator (gimana enggak?! dhira “diomelin” mulu ;p), maaf kalo dhira banyak salah, suka nge-BT-in, bikin males, bikin sebel, sering bikin kacau urusan kalian ama cewek2 ;p, suka lemot, cerewet, & bawwweeelllll…
© For my Best I ever Had, Lalla Nurlaty Suri, SE makasih buat semua hal yg dah qita lalui bareng2… dari SMP, SMU, ampe qita kuliah and Alhamdulillah sekarang dah jadi sarjana (1 dekade bo!!). Makasih buat semua tawa, airmata, semangat, ketakutan, kejutan, kemarahan, kenakalan, kekecewaan, teriakan, kebingungan, kepanikan yang dah qita lewati bareng2…
Satu hal yg ga akan pernah terlupakan, (moment 4 dan 5 Agustus 2002) petualangan qita malam2 nyari warnet and teriakan dan lompatan kegirangan qita di pinggir jalan Salemba waktu tahu qita lolos SPMB… (remember it?!)
Maaf kalo selama ini dhira dah banyak bikin BT, sebel, kesel, marah, murka (esp selama thn ajaran 2000/2001, masih inget? ;p) Fluktuasi hubungan qita yang GILA bgt… (paginya ketawa2 sorenya dah marah and sakit ati, pdhl cuma karena hal sepele… lucu ya qita?! ;p) Tapi yakin deh, justru karena hal2 tersebut qita bisa jadi kayak sekarang, bisa menjadi lebih tegar menghadapi segalanya… (just trying to be better, right?!)
Jangan pernah bosen buat jadi ember curhatan dhira ya… Keep jadi Nek Lalla buat dhira.. Jangan lupa dengan semua mimpi yang pernah qita rangkai…

BaLi

LEMBAYUNG BALI
Menatap lembayung di langit Bali
Dan kusadari betapa berharga kenganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
Bebas merangkai mengulang waktu

Hingga masih bisa kuraih dirimu
Sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
Masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
Oooh cinta…

Teman yang terhanyut arus waktu mekar mendewasa
Masih kusimpan suara tawa kita
Kembalilah sahabat lawasaku
Semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian
Sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama…
Tegar melawan tempaan semangatmu itu…
Oooh jingga…

Hingga masih bisa kujangkau cahaya
Senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu tak terbangun dari khayal keajaiban ini
Ooooh mimpi…

Andai ada satu cara tuk kembali menatap agung suryamu…
Lembayung Bali…

Pineappleestate/ September 2006
Lagu ini akan selalu mengingatkan saya pada Bali…
Bukan hanya karena tema, judul atau pun liriknya yang “BALI BANGET”
Tapi karena sepanjang perjalanan ke Bali (4 February – 11 February 2006) bareng temen2 kuliah, lagu ini jadi “soundtrack”, at least bagi 2 manusia super centil and ga tau malu (dhira & anne).
Duduk satu bangku di bus, nyanyi2 kayak orang “waras”, ampe direkam segala pake nokia 6600-nya Anne plus handycam..
Duh…kebayang aja gitu gimana berisiknya…
Masih untung ga ditimpukin and diturunin di tengah jalan ama temen2 yang lain.
Dengan sabar dan sangat terpaksa mereka akhirnya hanya pasrah manikamti “hiburan” gratish dari duo CEMPRENG…
Huah…jadi kagen euy…
Anyway…kalo diperhatiin, liriknya bagus ya…
Sebenarnya lagu ini tentang apa ya???
Cinta? Persahabatan? Semangat kehidupan? Alam?
Atau apa???
Saya juga ga tau pasti, lagu ini sebenarnya bermaksud religi atau enggak ya?
Seperti yang kita tau, Bali kan sangat kental dengan budaya agamanya.
Salut deh ama Bali… kehidupan agamanya taat banget…
Esp kabupaten Jembrana, wuih… BERSIIIIIIIIHHHHHH banget…
Tata kota and pemerintahnya Okeh banget….
“Two thumbs up” deh…
Well, apapun maksudnya, lagu ini akan tetap terus mengingatkan saya pada BALI

For all GaMaSaKer’s 39:
“ANDAI ADA SATU CARA TUK KEMBALI MENATAP AGUNG SURYAMU…
LEMBAYUNG BALI…..”
“Kapan kita ke Bali lagi????”

Miss u guys…

Wednesday, April 12, 2006

SEBUAH KISAH TENTANG “PENGUASA” 77,26 fm

Salsabillah/120406/06:56 am
Konon, pada zaman dahulu kala tepatnya pada tahun 2000-2001 ada sebuah radio “super amatir” dengan gelombang 77,26 FM yang terdiri atas 4 orang cewek overcreative yang akhirnya menjadi over iseng. Markas besarnya terletak di sebuah kawasan di cempaka putih, tepatnya di sebuah sekolah yang tergolong elit, yaitu dalam sebuah kelas yang terletak di lantai dua, kelas kedua dari sebelah kanan salah satu tangga.
Titik gelombangnya terletak dalam kelas tepat dengan tempat duduk keempat “penguasanya” yaitu (D)ina pada koordinat (4,3), (L)alla pada koordinat (4,2), (N2)adhira&Nurul pada koordinat berturut-turut (3,2), dan (3,3).
Radio ini hanya mengudara pada saat ada guru-guru yang berhalangan hadir atau kehabisan topik pengajaran (karena maklum aja, kelas tersebut merupakan kelas unggulan yang terpenuhi oleh siswa/i yang amat sangat rajin dalam menelaah sendiri pelajaran-pelajarannya)
Sehari-harinya, keempat cewek ini membuka topik diskusi seputar cinta.
Pembahasan favorit mereka yang tidak pernah ada penyelesaiannya adalah mengenai tingkatan antara rasa simpatik, suka, sayang, cinta, dan kasih. Hingga saat dibubarkannya radio tersebut, bahnkan sampai saat ini, pembahasan tersebut masih menjadi sebuah ”Misteri” (at least bagi para penguasanya).
Saat ini keempat penguasa tersebut sedang menempuh dan berusaha menjalani kehidupannya masing-masing sambil terus memperdalam ilmu tantang cinta.
(D)ina yang telah berhasil dengan bantingan stirnya (dari cita2 menjadi jurnalis) mendalami cinta dari penelaahan aspek ”Valas” di sebuah Sekolah Tinggi Administrasi Negara paling bergengsi di seantero Indonesia, sedang mencoba mengaplikasikan segala ilmunya di sebuah perusahaan (maaf nama perusahaan tidak bisa disebutkan atas dasar ketidaktahuan).
(L)alla yang sangat mantap dengan pilihannya untuk mendalami cinta dari aspek Ekonomi Manajemen, saat ini masih sibuk dengan segala kesibukannya di sebuah Universitas negeri bergengsi di kawasan depok.
(N12)adhira yang akhirnya bisa menerima segala kenyataan bahwa harus menempuh pendidikan cinta dengan kekhususan aspek gizi, kesehatan, keluarga, dan pertanian di sebuah Institut Pertanian di kawasan Bogor, saat ini masih disibukkan dengan kegiatan draft skripsi sekaligus pencarian cinta sejati.
(N22)urul yang tak jauh berbeda dengan (D)ina dengan bantingan stirnya (dari cita-cita menjadi statistikawati), saat ini sedang sibuk dengan penyelesaian tugas akhir setelah menempuh pendidikan cinta dari aspek obat-obatan di sebuah jurusan sebuah fakultas sebuah Universitas negeri bergengsi di kawasan ibukota Indonesia.
Pada akhirnya nanti, siapa saja dari keempat penguasa tersebut yang berhasil lebih dulu melanjutkan hidup dengan sumpah setia bersama pasangan pilihannya, niscaya akan mendapatkan kesempatan pertama untuk mendapatkan piala bergilir.
Well, anyway GooD LucK buat para DLN2... ^_^
Semoga segera mendapat petunjuk dari Yang Maha Kuasa. Amin..

Thursday, March 30, 2006

About LoVe ??? # $ % & @ ...

“How deep is your love ???” (Teke That)
“How far would you go for the one you love ?”
“They must know how much they mean to you…”
because, “A tree falls in a forest with no one hearing it. Does it really fall???”
“The answer is yes…”
“But who cares ?” (Adithya Mulya)
Hhhmmmm… dalem ya… tapi emang itulah kenyataannya. LOGIKA and REALITA.
Seorang bijak kan memahami
Cinta bukan dicari diraih
Cintapun hadir sendiri
(”Restoe Bumi” by Dewa 19)
“Aku, dirimu, dirinya tak akan pernah mengerti tentang suratan
Aku, dirimu, dirinya tak resah bila sadari cinta takkan salah”
(”Aku, dirimu, dirinya” by Kahitna)
Cinta emang ga akan pernah salah. Yang salah dan menjadi masalah adalah bagaimana cara peng-APLIKASI-an-nya.
My friends keep telling me
That if you really love her,
You've gotta set her free
And if she returns in time
I'll know she's mine
(“Heaven Knows” by Rick Price)

... and My Dreams are ....

Insya Allah setelah selesai skripsi, sebentar lagi saya bisa lulus dari GMSK (doain ya..). Setelah lulus banyak impian yang ingin saya wujudkan, diantaranya saya ingin punya klinik konsultasi gizi dan pelayanan kesehatan yang keren and profesional tapi gratisan buat semua masyarakat menengah ke bawah, agar mereka semua bisa meningkatkan status gizi dan kesehatan mereka, membantu menyadarkan mereka betapa pentingnya kehidupan dan lingkungan yang sehat. Sambil juga saya bisa mengaplikasikan impian saya dari kecil yaitu menjadi seorang penulis dan bisa menulis artikel-artikel kesehatan biar bisa bagi-bagi informasi kepada semua orang.... he..;p Impian saya yang lain adalah bisa menjadi seorang guru TK yang dekat dan disayangi oleh murid-muridnya, saya ingin mengaplikasikan ilmu saya tentang tumbuh kembang anak. So, saya akan mengajar sesuai dengan perkembangan mental mereka agar nantinya anak-anak Indonesia dapat berani dan percaya diri karena telah dididik sesuai karakter mereka.

GMSK.... hhhmmm... YUMMY... I’m love in it... ^_^

GMSK itu beda banget…. lain yang lain. Sebagian besar terdiri dari mahasiswi. Gak tau kenapa ya, tiap angkatan hanya ada sekitar 10% mahasiswanya, padahal ahli gizi cowok tuh most wanted lho...makanya temen-temen saya yang cowok tuh bangga banget kalo ditanya jurusan apa. Walaupun kalau main Futsal atau olahraga lainnya pas-pasan cowoknya he...;p Hal lain yang bikin GMSK beda adalah suasana kekeluargaan antara dosen, staf, dan mahasiswa. Sampai kalau ada acara apa-apa semua dosen turun tangan bareng-bareng para staf and mahasiswa. Misalnya aja tiap acara HPS (Hari Pelepasan Sarjana) di Departemen, semua dosen turun tangan bareng-bareng ikutan mendekor ruangan. So, enak lho kerja sambil nge-jokes bareng dosen-dosen and dibawin banyak makanan...he..;p
Bagi saya, GMSK itu asyik banget, semua ilmunya bisa dipake dalam kehidupan sehari-hari, sambil belajar menjadi ortu yang baik dan benar, secara tidak langsung saya juga harus belajar hidup sosial dan bemasyarakat. Contoh konkritnya dimulai ketika saya diterima di Badan Konsultasi Gizi (BKG), salah satu organisasi bergengsi di GMSK, setelah melalui seleksi ketat oleh para senior. Dalam BKG semua ilmu yang saya dapat selama kuliah benar-benar diaplikasikan. Sambil dibimbing oleh kakak-kakak senior, saya dan teman-teman belajar bagaimana menghadapi klien dan memberikan konsultasi gizi yang baik dan benar. Benar-benar real lho... qta sering diundang dalam beberapa acara kampus (dari Departemen dan Fakultas lain) untuk membuka stan konsultasi gizi kalau lagi ada event-event tertentu. Seru banget deh... stan BKG always rame, banyak dapat kenalan baru, kliennya betah banget konsultasi lama..;p
Selain itu saya juga mendapat pengalaman yang sangat berharga ketika Kuliah Kerja Profesi (KKP) di desa. Selama 7 minggu saya dan teman-teman dari depertemen lain tinggal di Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor dan melaksanakan berbagai program yang berkaitan dengan pertanian, sosial, serta gizi dan kesehatan. Setiap mahasiswa GMSK disebar ke 4 kabupaten di Jawa Barat & Jawa Tengah . Saya dan teman-teman GMSK lain sebagai satu-satunya mahasiswa GMSK dalam tim desa yang terdiri dari 6 orang gabungan mahasiswa berbagai departemen, bertanggung jawab penuh terhadap program khusus dari Departemen GMSK untuk melakukan maping status gizi seluruh balita yang ada di desa masing-masing. Alhasil setiap hari saya dan teman-teman satu tim harus mengikuti posyandu di seluruh RW yang ada di desa, setelah posyandu kami masih harus keliling desa, naik turun bukit door to door menimbang dan mengukur tinggi badan para balita. Diantara 1.214 balita yang berhasil kami timbang di Desa Gunung Picung, ditemukan 2 balita yang terkena gizi buruk dan puluhan balita dengan status gizi kurang. Balita yang gizi buruk langsung kami laporkan kepada Puskesmas setempat yang kemudian dirujuk ke Puslitbang Gizi Bogor. Selama KKP kami sebagai mahasiswa sangat dihargai dan dihormati oleh penduduk sekitar, bahkan ketika kami pamitan pulang, mereka melapas kami dengan tetesan air mata...hix...;p

What is your favorit lecture???

Salsabillah/25 Maret 2006
Selama 4 tahun kuliah di Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga (a.k.a GMSK), ada beberapa mata kuliah yang menjadi favorit saya, yaitu : “Anatomi Fisiologi”, mata kuliah ini mempelajari tubuh anatomi manusia secara keseluruhan, mulai dari sel hingga sistem-sistem organnya, dan berbagai aktivitas fisiologisnya terutama yang berhubungan dengan gizi. So, mata kuliah ini membuat kita serasa jadi anak kedokteran gitu....(he...;p) coz buku-buku referensinya banyak yang menggunakan buku kedokteran, tapi tidak mendalam seperti mahasiswa kedokteran.
Dalam bidang gizi, mata kuliah favorit saya adalah ”Ilmu Gizi Dasar”, dalam mata kuliah ini diajarkan ilmu gizi mulai dari dasar pengukuran status gizi, kebutuhan gizi, dan komponen zat-zat gizi. Selain itu saya juga mendapat mata kuliah yang berkaitan dengan pola keluarga, namanya mata kuliah ”Pengantar Ilmu Keluarga”, dari mata kuliah ini saya jadi tahu bahwa keluarga itu adalah sebuah sistem yang sangat rumit dan sangat berperan dalam pola pengasuhan anak yang akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangannya. Mata kuliah lain yang menjadi favorit saya adalah ”Tumbuh Kembang Manusia”, dalam mata kuliah ini dibahas pertumbuhan dan perkembangan manusia mulai dari zigot, embrio, janin, bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia. Setiap jenjang kehidupan dibahas aspek pertumbuhan fisik dan psikologisnya, serta tugas-tugas perkembangannya. Dari mata kuliah ini saya secara tidak langsung juga mempelajari ilmu psikologi dan kesehatan anak.
Ada juga beberapa mata kuliah yang membahas masalah pangan, salah satunya yang menjadi favorit saya adalah mata kuliah ”Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan”, asyik banget.. kuliahnya membahas mengenai isu-isu terkini seputar keamanan pangan. Mata kuliah terakhir yang menjadi favorit saya adalah ”Konsultasi Gizi”, mata kuliah ini adalah aplikasi dari seluruh mata kuliah yang telah kami pelajari. Dalam mata kuliah ini kami diajarkan cara menjadi konsultan gizi yang kompeten. Salah satu tugas praktikumnya adalah setiap kelompok yang terdiri dari 12 orang mengadakan sebuah seminar populer tentang diet dan gizi. Wow.... pengalaman berharga banget deh... kebetulan kelompok saya mendapat tema tentang ”Diet Okinawa”. Seru banget, mulai dari mencari pembicara yang kompeten, meng”arrange” acara, publikasi, dan mendekor tempat, semua dibuat ala Jepang.

Dhira jadi ”Sarjana” ??????

Wow.... gak terasa ya seorang Nadhira dah mau jadi ”Sarjana” amin.... itulah kalimat yang sering saya dengar dari lingkungan keluarga. Mereka masih menganggap saya seolah seperti anak-anak yang masih kecil, masih lucu....;o) padahal dhira kan memang anak normal yang Alhamdulillah juga bisa tumbuh normal sesuai dengan waktunya. Even honestly empat tahun kuliah memang lumayan terasa cepat.
Pertanyaan yang paling pantas adalah ”Apa yang dhira dapat dari kuliah empat tahun tersebut??”
Alhamdulillah banyak. Dhira bisa dapat ratusan teman baru dari berbagai daerah dengan bebragai macam sifat dan karakter, belajar hidup mandiri dan bertanggung jawab, serta tak lupa berbagai atribut baru dari dunia kampus mulai dari beberapa kaos & jaket baru sampai bertumpuk-tumpuk fotokopian diktat dan buku-buku yang mengandung ilmu-ilmu, pengalaman-pengalaman yang sangat berharga dan ga mungkin dhira bisa lupa. Hhmmm... jadi ingat, ada satu kutipan dari sebuah buku sufi yang pernah saya baca :
“Seorang sarjana yang tidak mempraktikkan apa yang telah ia pelajari bagaikan seekor keledai yang mengangkut banyak buku; Buku-buku yang dibawa di dalam gerobak keledai itu tidak dapat mengubah keledai tersebut, begitu pula halnya dengan buku-buku yang hanya tersimpan di dalam kepala para sarjana”.
Semoga kita semua dapat selalu menjadi orang yang pandai mambalas cinta kasih yang ALLAH SWT berikan dengan selalu BERSYUKUR. Amin...

SYUKURKU

Saya hidup dan tumbuh dengan kekuatan do’a dan kasih sayang.
Bersyukur. Itu hal utama yang diajarkan Ummi. Alhamdulillah saya merasakan semua kekuatan Syukur dan keikhlasan do’a dari kedua orang tua, keluarga, dan orang-orang terdekat saya.
Belakangan ini entah mengapa saya sering memperhatikan karakter orang dan menilai latar belakang mereka (hmm... honestly maaf kalau saya mambandingkannya dengan kehidupan saya pribadi). Hasil pangamatan dan analisis saya manyimpulkan bahwa anak-anak yang tidak mandapatkan trust dari lingkungannya, cenderung akan tumbuh menjadi orang yang sulit percaya pada lingkungannya bahkan menjadi tidak peduli, kurang percaya diri, dan lebih sulit untuk bersyukur dengan apa yang telah diterimanya.
Saya sangat menyadari dan bersyukur bahwa saya tumbuh menjadi seseorang yang percaya diri, dan cenderung peduli dengan lingkungan. Itu semua berkat didikan dan suasana lingkungan keluarga yang memang membuat saya selalu merasa nyaman dan percaya (trust) serta mendapatkan kebebasan untuk berekspresi. Kedua orang tua saya sudah mananamkan kepercayaan pada saya sejak saya kecil, dan terus meningkat hingga saya dewasa. Mereka cenderung mamberikan saya kebebasan dengan syarat tuntutan tanggung jawab dengan apa yang saya rencanakan dan lakukan.
Dari hal ini dapat terlihat nyata bahwa ”Teori Efek Hipnotis Pengasuhan” memang terbukti.

Pengunaan “gue”, “saya”, dan “aku”

Hmmm… belakangan ini seorang dhira lagi berusaha untuk membiasakan diri mulai beradaptasi dengan lingkungan professional. Sesedarhana penggunaan kata ganti dulu deh…. Kayaknya ga enak aja kalo nanti suatu saat dhira dah jadi seorang “Profesional” di dunia kerja profesional tentunya, trus masih terbiasa membahasakan diri dengan kata ganti “gue” he…;p Ga bagus kan.....
Ada dua option kata yang biasa digunakan sebagai kata ganti orang pertama tunggal “aku” dan “saya”. Mulanya dhira lumayan lebih terbiasa dengan penggunaan “aku” (maybe karena kebawa lingkungan awal kuliah juga ya… banyak teman orang Jawa gitu ;p…) tapi, kayaknya penggunaan “aku” kurang dapat diterima di lingkungan dhira. Di rumah aba protes, ga gitu suka dengan penggunaan “aku”nya dhira. Di kampus juga pernah kena tegur karena penggunaan ”aku” tersebut ketika bicara ama dosen. Wow... padahal si ibu dosen itu juga orang Jawa. So, kayaknya pilihan dhira jatuh pada penggunaan ”saya”....
He.... do’ain aja ya... biar Dhira bisa jadi profesional yang sopan.....
(Anyway.... any advice??? Bagus ga???? Pentes ga seh???)

Wednesday, June 22, 2005

Beda

Perbedaan itu SUNNATULLAH. Perbedaan itu indah.

Kebayang gak kalo semuanya sama?! Bayangkan aja kalo semua warna di dunia ini sama, cuma satu.

Kesucian warna putih ga akan bermakna kalo semuanya putih, ga ada yang hitam.

Kesejukan warna hijau ga akan menyentuh kalo ga dipadukan dengan warna coklat. Keberanian merah ga akan terasa kalo ga ada warna abu-abu.

Keindahan biru pun ga akan terlihat kalo ga dibandingkan dengan kecerahan warna kuning.

Perbedaan bisa menyatukan, bisa pula tidak. Tergantung bagaimana perbedaan itu disikapi. Right?

Sombong

Apa sih alasan orang bersikap sombong di dunia ini?
Harta?
Orang yang kaya raya bisa aja tiba-tiba jatuh miskin karena seluruh rumah dan hartanya musnah dilalap api.
Kedudukan/jabatan?
Kedudukan tinggi sama sekali bukan jaminan seseorang hidup bahagia. Tidak menjamin ia bakal disukai dan dihargai oleh semua orang. Kapan pun, kedudukan itu bakal lepas dari genggamannya.
Kepandaian?
Hm….orang yang pandai, pintar, cerdas memang mengagumkan. Tapi apa daya jika tiba-tiba kepalnya terbentur lalu menyebabkan amnesia atau kelumpuhan total?
Keberanian?
Orang yang terlalu bangga dengan keberaniannya, suatu saat akan dihampiri bencana.
Hal-hal di atas cuma sekelumit contoh dari kejadian-kejadian luar biasa pada diri manusia. So, sadar ga sih kalo semua yang kita punya cuma bersifat sementara, ga ada yang kekal. Semuanya akan menjadi “ladang pahala” kalau kita bisa menyikapinya dengan benar.

Ga Enak????

Kenapa sih, banyak orang yang membiarkan orang lain merasa tidak enak padanya?
“nit, buku g dibawa ga?”
“wah…sori bgt ri, g lupa. Besok ya?!”
“ah…loe gimana sih? Kan udah g bilang g mau pake tuh buku hari ini.”
“iya, g tahu. Tapi g lupa , tadi pagi g kesiangan jadi g buru-buru. Maaf bgt ya..”
“kebiasaan loe pelupa! Bikin g BT tau!”
“iya..iya..maaf bgt ya..”
“ya udah tapi besok bener ya, bawa buku g!”
“iya iya…g ‘reminder’ deh, maaf ya..”
Kalo dilihat, apa sih untungnya riri marah-marah sama nita? Cuma bikin nita ga enak hati doank kan? Emang bener sih kalo riri gondoknya selangit. Tapi kan marah-marah bukan hal yang tepat. Bukan solusi.
Semarah apapun riri, ga bisa bikin itu buku dateng sendiri. Kemarahan riri malah merugikan dirinya sendiri, bisa jadi energi sarapannya terbuang habis cuma buat marah-marah. Di sisi lain kemarahnnya cuma bikin nita ngerasa ga enak hati plus sebel. Iya kan?
Coba deh bayangin kalo riri ikhlas dan ngomong baik-baik, dijamin nita bakal menyadari kelalaiannya akan sebuah tanggung jawab. Bukan mustahil nita memutuskan untuk pulang mengambil buku dengan penuh keikhlasan.

the amazing thing

Sosok seorang wanita sungguh telah membuatku terkagum. Kekaguman seorang wanita terhadap wanita lain. SUBHANALLAH. Seorang wanita yang diberkahi semangat luar biasa. Semangat berjuang di jalanNya, penuh kesabaran, kasih sayang, dan ke’arifan. Hidupnya penuh dengan ujian, namun semua dilewatinya dengan tawakkal dan senyuman. Aku bersyukur. Sangat bersyukur, diberi kesempatan untuk turut merasakan segala tanda-tanda kekuasaanNya di dalam dirinya.
Meski dia selalu ada untukku,
kurasakan kekuatan kasih sayang dan do’anya tak pernah putus untukku,
semangatnya yang tinggi selalu menjadi semangat hidupku,
nyawanya pernah dipertaruhkan untukku,
namun aku tahu dia bukan seutuhnya milikku. Dia milik umat. Terlalu banyak orang yang sangat memerlukan kasih sayangnya. Kasih sayang dari seorang WANITA LUAR BIASA.
I Love You Ummi…

Wednesday, April 13, 2005

MY BIRTHDAY....

Yasmin 4, 13 april 2005
12: 18 pm

Ultah dhira……
Yup! Sebelas hari yang lalu g ultah. For the first time g ngerayain ultah gak di rumah, gak di kota kelahiran g tercinta…JAKARTA. G ultah di kosan g, di bogor…hm…seneng and sedih nyampur jadi satu. G sedih, coz gak seperti taon2 sebelumnya, di saat nominal umur g bertambah, g lagi berduaan ama sahabat yang always setia nungguin g di kamar di rumah g, buku harian g… kali ini enggak. Makanya buat ngalihin perhatian, g ganti ritual itu dengan curhat ama sahabat g yang always ada buat g, yang always bisa bikin g tenang, nyaman, and bersyukur, ALLAH. Yup, abis-abisan g curhat. G bersyukur dengan apa yang semua telah g dapat, walaupun mungkin banyak yang anggap g aneh, coz g gampang bgt puas dengan semuanya, gak ada ‘gregetnya’ buat usaha or punya ambisi, G GAK PEDULI! G percaya bgt kalo ALLAH sayang bgt ama g, semua yang udah g dapet itu adalah yang terbaik buat g… Gak lupa abis itu g berdoa, memohon agar ALLAH selalu membimbing g biar bisa selalu jadi orang yang berguna buat orang lain, and g bisa membahagiakan orang2 di sekeliling g yang sayang ama g. Semoga g selalu bisa jadi orang yang bersyukur dengan apa yang g dapet. APA PUN ITU…
Jam 12 malem dah lewat beberapa menit yang lalu. Di luar kamar g, mba ima manggil2 ngingetin g buat nonton fenomena. Emang dah dari siang kita janjian mau nonton tuh acara. Akhirnya g keluar kamar walaupun sebenernye g malessss…bgt. Ngatuk bo! G seh ga curiga bakal ada ‘pembantaian’, coz kosan lagi sepi, mba ria, mba lies, and wahyu ga ada. Risna, opie, mba didin, mba abe, mba mimi dah tidur. Hanya tinggal mba ima, niken, and mba emil (mungkin belum tidur). G lebih pede lagi coz niken bawa kerjaannya ke depan tv. Ga mungkin dunk g bakal dibanjur… Eh, tau2mba ima masuk kamar, keluar, trus ke kamar niken, niken sendiri mulai beresin kerjaanya. Bodohnya g ga curiga juga. Tiba2 mba ima keluar dari kamar niken and ngebanjur g pake bubuk2 ramuan aneh, yang belakangan g tau kalo komposisinya terdiri atas garam, bubuk teh, royco, dkk. G bener2 ga nyadar. Cuma berusaha nutupin kepala pake tangan. Dah ngantuk kali ye??!! Ya udah g Cuma bisa pasrah dengan kondisi rambut g yang gak karuan.... tau2 hp g bunyi, ifnu mc and nyuruh g bangun coz dia mau telp ke kosan. G dapet ucapan happy b’day and qita ngobrol. G pikir kan acara ’pembantaian’ dah berakhir, ternyata enggak. Mba ima iseng ngumpulin bubuk2 di bawah and kembali ngebanjur g... trus mba didin turun dari atas, sambil ngucek2 mata and dengan wajah polos, ngebanjur g pake semangkok tepung. Huah....... rambut g dah persis kayak nenek2. Mba ima buka lemari es, ngambil minuman, g pikir kan mau minum, eh malah mandiin g pake air dingin... mba didin keluar dari kamar mandi, bawa air segayung, kali ini g tau and g Cuma pasrah. G diguyur, abis itu mba didin jatuh...huahahaha....lantainya licin.
Setelah puas, ’para pembantai’ itu pun masuk kamar masing2 and berlayar ke alam mimpi. Sedangkan g, kudu ngepel, nyapu lantai, and keramas ;p . Jam 2 pagi g baru bisa tidur. Jam 5 g bangun, and you know what?! Perut g kembung, g masuk angin...........
Gak lama umi telepon, ngucapin met ultah buat g…seneng deh ^_^
Jam 9 g and mba ima ke seminar pangan halal di fateta. Pulang dari sana, abis g dibantai lagi ama temen2 g, anne, mey2 and nina. Mereka berkolaborasi dengan berbagai pihak, ifnu & acid and anak2 kosan g tentunya. G dimandiin pake air kopi, diceplokin pake telur, dibanjur pake telur dan ramuannya. BAU BanGeT BO!
Sampe dikosan, g harus rela nerima kenyataan ngeliat kamar g ancur lebur… Buku2, baju, and semua isi kamar g jadi satu. Plus hiasan kertas krep and balon2.
Walhasil, seharian itu g kudu rela jadi seksi kebersihannya salsabillah. Ngepel and nyapu dua lantai bolak-balik entah berapa kali.
Anne and nina baru pulang ampe sore, mey2 dah pulang duluan, coz nyokapnya lagi sakit. Setelah kamar g beres, qita sempet foto2 pake hpnya anne, walaupun kemaren g dapet kabar kalo semua bukti2 otentik itu keapus. Hix........
Ternyata...surprise buat g ga cuma sampe di situ, g nemu kado di dalam keranjang sampah g...wow...asyik.....g dapet buku ”sickened”. Thanx guys.......... thanx for the great attention in my great moment, you are my gift.....THANX GOD... I love you… mmmmmuuuuuuuaaaahhhhhh…..

Friday, February 04, 2005

perpisahan nih ye.....^_^

“Dhe’..dhea…cepetan dong! Ngapain sih loe?! Anak-anak udah pada nunggu, acaranya udah mau dimulai tuh…” dengan semangat sari mengetuk-ngetuk di balik pintu.
Dhea sendiri lagi bingung di kamar hotel itu. Ditatap dirinya lekat-lekat di cermin, dia berkata pada dirinya sendiri, “elo harus bisa dhea! Elo harus harus bisa menahan semua perasaan loe! Cuma tinggal beberapa jam lagi loe ketemu dia.”
”dhe’! dhea..loe masih hidup kan?!” sari masih terus memanggil-manggil dhea.
Dhea menarik nafas panjang dan menghembuskannya, lalu dia membuka pintu itu. ”Bawel banget sih loe! Berisik tau! Gak tau apa gue kebelet pipis”, jawab dhea asal sambil mengunci pintu kamar bernomor 115 ini cepat-cepat dan meninggalkan sari yang masih bengong. Ketika sadar, dia langsung berlari mengejar dhea sambil ngomel-ngomel sendiri.
Acara malam itu benar-benar luar biasa, hampir semua menangis haru. Sedangkan dhea belum meneteskan air mata sama sekali, bukan karena dia tidak sedih. Dia sedih. Sedih sekali, namun dia tetap berusaha menguasai dirinya. Deg! Kini tiba gilirannya untuk menyalami elang. ”Maafin gue ya lang..”, mereka saling berjabat tangan. Sesaat mereka saling memandang. Elang mentikkan air mata, pertahanan dhea runtuh. Air mata dhea mengalir, elang memeluk dhea. Tanpa sadar, dhea pun memeluknya. ”Maafin gue lang, tapi gue sayang sama loe”, dhea kaget mendengar ucapannya. Dhea melepas pelukannya, mereka kembali saling menatap. Dia melihat sebuah tanda tanya besar di mata elang. Dhea pura-pura tidak peduli dan segera beralih pada temannya yang lain.
Acara malam itu selesai kira-kira pukul setengah 12. Dhea masih belum bisa menguasai diri sepenuhnya. Dhea merasa malu pada dirinya, pada teman-temannya, terutama pada elang. Dia merasa telah melanggar komitmennya untuk merahasiakan semuanya pada siapa pun, termasuk pada elang. Akhirnya dia memutuskan untuk menyendiri ke taman di belakang hotel itu. Dhea masih berusaha menenangkan diri ketika sebuah suara mengejutkannya, ”ngapain loe sendirian di sini?! Belum tidur?”, dhea terkejut dan menoleh. Astaga! Ternyata elang sudah berdiri di belakanganya.
”Eh, elo lang. Bikin gue kaget aja loe. Iya nih gue belum ngantuk” jawab dhea.
”Boleh gue temenein?”
”Duduk aja lagi!”
Tiba-tiba elang berkata, ”dhe’ gue boleh nanya sesuatu gak?”
”Nanya apaan?” jawab dhea singkat
”Enggak, tadi gue denger loe ngomong sesuatu waktu gue meluk loe.” kata elang datar.
”Oh itu, kenapa? Elo marah ama gue? Elo benci?” tanpa sadar dhea memotong perkataan elang.
“Ok gue minta maaf. Gak seharusnya gue ngomong gitu ama loe. Gue cabut perkataan gue.” dhea tak kuasa menahan perasaannya.
”Bukan. Bukan itu maksud gue.” elang menatapnya lekat-lekat. Dhea tak sanggup membalas tatapannya.
”Ok, gue akui gue emang sayang ama loe, dan mungkin gue emang salah. Tapi tenang aja lang, demi Tuhan gue gak pernah punya niat buat miliki loe. Gue sendiri gak ngerti kenapa gue punya perasaan begitu sama loe.”
elang masih mentap dhea, dengan datar dia berkata, ”Kenapa sih dhe’ loe gak ngomong dari dulu?”
”Buat apa lang? Gua udah bilang gue gak pernah ada niat buat miliki loe. Gue Cuma sayang sama loe dan gue Cuma mau liat lo seneng, bahagia. Dan itu gak bisa terwujud kalo loe sama gue. Karena gue tau hati loe Cuma buat satu cewek, vika. Elo tau, malam ini gue bener-bener kecewa ama diri gue sendiri. Gue udah ngelanggar komitmen gue buat merahasiakan semua ini dari siapa pun. Setahun lebih gue berusaha buat membunuh semua rasa itu tapi gak pernah bisa.” tanpa sadar dhe telah membeberkan semuanya.
”Setahun?” elang terkejut mendengar ucapan dhea.
”Ya, setahun.” jawab dhea membenarkan. ”Mulanya gue sendiri bener-bener gak ngerti kenapa gue gak pernah bisa menghapus semua pearasaan gue. Tapi akhirnya gue sadar, gimanapun juga loe adalah bagian dari hidup gue. Seberapa pun sakitnya, gue tetap bersyukur bisa ngalamin saat-saat yang paling indah dalam hidup gue. Gue rela koq nikmatin first love gue sendirian tanpa dibalas.”
“First love?” elang kembali terkejut
“Iya. Buat gue elo adalah first love gue, karena di saat itulah gue belajar memahami makna rasa sayang.” aku dhea
“Jadi,…waktu gue jadian ama vika elo..” elang berkata
”Ya, gue akui gue emang sakit banget.” dhea memotong perkataan elang. ”Tapi rasa sakit itu terganti dengan melihat kebahagiaan orang-orang yang gue sayang, elo dan sahabat gue, vika. Gue yakin sebenarnya vika itu sayang banget sama loe, makanya gue gak rela kalau harus menghancurkan perasaan vika.” lanjut dhea
”Ya udah lah lang, semuanya kan udah berlalu. Hati gue juga udah lega koq. Gue udah bisa numpahin semuanya. Tapi janji ya, jangan bilang sama siapa pun, terutama vika.” dhea menoleh dan melihat elang sedang menatapnya. Lagi-lagi dhea tak kuasa menatap matanya. Dhea mengalihkan pandangan ke langit malam yang cerah.
”Sekarang gue mau nanya sama loe, kenapa sih setelah putus sama vika elo berdua jadi kayak orang musuhan gitu? Loe kan tau lang, itu bukan kemauan vika, tapi karena orang tuanya vika.” dhea mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
Dia menunggu, namun elang tidak menjawab. Dhea menoleh dan melihat elang masih tetap menatapnya. Tiba-tiba elang berkata, ”Dhe’ asal loe tau ya, perasaan gue gak beda ama perasaan loe.”












ini cerpen yang pertama g posting

Tok tok tok…
”dhea…ada telepon tuh dari Nita, mau terima gak?” ibu memanggil-manggil dhea sambil mengetuk pintu kamarnya.
“iya bu. sebentar…” jawab dhea malas-malasan.
“halo..kenapa ta…??”
“halo..eh dhe’ loe ke kampus gak hari ini?”
“iya nanti siangan dikit deh, gue masih ngantuk nih”.
“jam berapa?” Tanya nita
“tau deh..emang sekarang jam berapa sih?”
“aduh nih anak..sekarang tuh udah jam 7. loe baru bangun ya?!”
“iya. Entar deh jam 9-an gue baru jalan. Masih ngantuk nih.”
“ya udah deh. Tapi bener ya entar loe ke kampus!”
“iya..iya..tenang aja deh nanti kita ketmuan disana. Ok!”
“ok deh. Dag dag..”
“oahem…” dhea masih mengantuk
“dhea, kamu mau ke kampus hari ini?” tanya ibu
“iya….” Jawab dhea sambil nyelonong masuk ke kamar ibu.
“ya udah. Sekarang ibu mau pergi, mungkin pulang sore. Nanti jangan lupa kunci pintunya ya! Ibu udah bawa kunci” kata ibu sambil bersiap-siap
“iya” jawab dhea sambil berbaring di tempat tidur ibu
KA yang ditumpangi dhea kembali berhenti di stasiun pasar minggu.
‘uh..sebel sabtu-sabtu gini harus kekampus juga. Coba tadi nitip aja ya ama nita tolaong liatin nama gue di papan pengumuman ujian’ dhea bt dengan kenyataan yang dihadapinya untuk pergi ke kampus di hari yang dianggapnya adalah hari ‘raya’ bagi mahasiswa.
‘hhmm…enaknya sekarang ngapain ya??baca komik, gak ada komiknya. Dengerin musik, ga bawa walkman. Ih..bt. harusnya kan gue sekarang masih bisa santai-santai di kamar sambil denger cd and ngebayangin elang. Eh elang….udah berapa lama ya gue gak ketemu ama tuh orang? Juli-agustus-september-oktober-november-desember-januari. Wow..udah ampir 7 bulan, berarti tinggal 5 bulan lagi misi gue buat gak ketemu dia setahun bakal berhasil. Semoga. Kali aja dengan begitu gue bisa bener-bener lupa ama tuh orang. Amin.’
Tapi gak bisa ditutupi kalau ternyata elang masih setia “menemani” dhea dalam perjalanan ke kampus yang memBTkan itu. Sepanjang jalan pikiran dhea terus membayangkan elang. Yah..lumayanlah biar gak bt-bt amat.
Elang, seorang cowok beken yang memiliki status sebagai teman smu dhea. Mulanya dhea bingung sama cewek-cewek di sekolahnya yang ampe segitunya muja elang.
’emang apa sih kelebihan tuh cowok?! ganteng enggak, pinter juga enggak, cuma bawelnya doank yang gak ketulungan. Tapi entah ketiup angin apa, suatu hari dhea tiba-tiba meki pandangan yang berbeda terhadap elang. Dhea menyadari bahwa elang punya daya tarik sendiri. Cowok itu bisa banget bikin orang ceria and nyaman dekat dirinya. Beberapa hari kemudian dhea mulai menyadari hatinya ada yang menganggu. Elang.
Akhirnya dhea sampai juga di kampus. Gila..sepi banget nih kampus. Dhea langsung menuju papan pengumuman dan membaca sebuah tulisan yang cukup besar ‘Pengumuman hasil ujian akan diumumkan hari senin’. “Hah?! Uh sebel banget…!!!!!” dhea ngedumel
Akhirnya dhea memutuskan untuk mampir sebentar ke warung untuk membeli roti dan minuman untuk mengganjal perutnya yang lapar. Setelah itu dia bergegas pulang dengan dendam yang membara untuk melanjutkan tidurnya.
Sesampai di stasiun dhea sengaja naik kereta yang sudah agak penuh, “gak apa-apa deh gue capek dikit, yang penting cepet sampe rumah” batin dhea.
Otomatis dia harus menerima kenyataan bahwa semua tempat duduk sudah terisi. Tidak lama kemudian kereta jalan. Dhea senang karena kereta jalan cukup cepat. Yang ada di kepalannya sekarang adalah dia bisa cepat sampai rumah, ganti baju, makan, dan segera melanjutkan tidurnya yang tadi udah terganggu banget.
Para penumpang naik dan turun silih berganti, namun dhea tetap gak dapat tempat duduk.
Hingga akhirnya, dhea tertegun melihat sesosok manusia yang sangat dikenalnya. Tanpa diperintah otot jantungnya langsung berdegup lebih kencang. “Waduh…kacau nih..misi gue di ambang kegagalan” batin dhea ngomel sendiri.
“Elang..!” dhea kaget sendiri mendengar suara yang reflex keluar dari mulutnya.
“Hai..oh elo dhe’. Ama siapa loe?” elang gak kalah kaget melihat dhea.
“Eh, hhhmmm sendiri. Apa kabar loe lang?” nah lho koq dhea jadi deg degan gini.
“Baek, dari mana loe? Dari kampus ya??” tanya elang ramah
“Iya. Loe juga dari kampus? Ngapain loe sabtu-sabtu gini ke kampus? Ada kuliah?” dhea masih keukeuh dengan pendiriannya bahwa yang namanya hari sabtu itu adalah hari rumah. Bukan hari kampus.
“Ah enggak. Cuma ada perlu aja bentar. Lha elo sendiri ngapain sabtu-sabtu gini ke kampus?” tanya elang balik
“Tadinya sih mau liat pengumuman ujian. Tapi belum ada tuh. BT banget kan?! Padahal harusnya kan ini jadwal gue buat santai-santai di rumah”, dhea tak kuasa menahan keBTannya.
Elang tersenyum melihat kelakuan temennya ini yang gak berubah. Tetep bawel.
“Ya udah, kan untung lo ke kampus jadi bisa ketemu gue sekarang. Emang loe gak kangen ama gue? He…” canda elang asal.
“Duh..nih anak ngomong apaan sih..??!!” lirih dhe dalam hati, sementara otot-otot jantungnya makin semangat memompa darah. Dhea cuma bisa tersenyum, berusaha menutupi mukanya yang dia yakin udah kayak kepiting rebus.
“Eh lo turun di stasiun mana dhe’?” tanya elang
“Biasanya sih di tebet” jawab dhea singkat
“Biasaya?” elang heran. “Emang sekarang loe mau turun dimana?” lanjutnya
“Di cikini. Mau mampir dulu ke senen, mau cari buku” jawab dhea. Nggak tau darimana asalnya, tiba-tiba otak memerintahkan mulut dhea untuk ngomong seperti itu. Yang pasti cuma satu, itu kerjaan alam bawah sadarnya yang pingin banget bisa lebih lama bareng ama elang.
“Oh…ama siapa?” tanya elang
“Ya sendiri lah. Mau ama siapa lagi? Emang elo mau nemenin?” tanya dhea iseng.
“Mau”
Kring…………kring……….
Hah?!
“Halo…”
“Ya ampun dhea…loe tuh gimana sih janji ke kampus jam 9, jam segini masih dirumah..!!!!”
“Hah?! Emang sekarang jam berapa?”
“Nih anak dari tadi nanyain jam mulu. Jangan bilang jam dirumah loe mati semua……!!!!!!! Sekarang itu udah jam 11 non…”
“Hah….?! Sorriiii nit…gue ketiduran……”.