SEBUAH KISAH TENTANG “PENGUASA” 77,26 fm
Salsabillah/120406/06:56 am
Konon, pada zaman dahulu kala tepatnya pada tahun 2000-2001 ada sebuah radio “super amatir” dengan gelombang 77,26 FM yang terdiri atas 4 orang cewek overcreative yang akhirnya menjadi over iseng. Markas besarnya terletak di sebuah kawasan di cempaka putih, tepatnya di sebuah sekolah yang tergolong elit, yaitu dalam sebuah kelas yang terletak di lantai dua, kelas kedua dari sebelah kanan salah satu tangga.
Titik gelombangnya terletak dalam kelas tepat dengan tempat duduk keempat “penguasanya” yaitu (D)ina pada koordinat (4,3), (L)alla pada koordinat (4,2), (N2)adhira&Nurul pada koordinat berturut-turut (3,2), dan (3,3).
Radio ini hanya mengudara pada saat ada guru-guru yang berhalangan hadir atau kehabisan topik pengajaran (karena maklum aja, kelas tersebut merupakan kelas unggulan yang terpenuhi oleh siswa/i yang amat sangat rajin dalam menelaah sendiri pelajaran-pelajarannya)
Sehari-harinya, keempat cewek ini membuka topik diskusi seputar cinta.
Pembahasan favorit mereka yang tidak pernah ada penyelesaiannya adalah mengenai tingkatan antara rasa simpatik, suka, sayang, cinta, dan kasih. Hingga saat dibubarkannya radio tersebut, bahnkan sampai saat ini, pembahasan tersebut masih menjadi sebuah ”Misteri” (at least bagi para penguasanya).
Saat ini keempat penguasa tersebut sedang menempuh dan berusaha menjalani kehidupannya masing-masing sambil terus memperdalam ilmu tantang cinta.
(D)ina yang telah berhasil dengan bantingan stirnya (dari cita2 menjadi jurnalis) mendalami cinta dari penelaahan aspek ”Valas” di sebuah Sekolah Tinggi Administrasi Negara paling bergengsi di seantero Indonesia, sedang mencoba mengaplikasikan segala ilmunya di sebuah perusahaan (maaf nama perusahaan tidak bisa disebutkan atas dasar ketidaktahuan).
(L)alla yang sangat mantap dengan pilihannya untuk mendalami cinta dari aspek Ekonomi Manajemen, saat ini masih sibuk dengan segala kesibukannya di sebuah Universitas negeri bergengsi di kawasan depok.
(N12)adhira yang akhirnya bisa menerima segala kenyataan bahwa harus menempuh pendidikan cinta dengan kekhususan aspek gizi, kesehatan, keluarga, dan pertanian di sebuah Institut Pertanian di kawasan Bogor, saat ini masih disibukkan dengan kegiatan draft skripsi sekaligus pencarian cinta sejati.
(N22)urul yang tak jauh berbeda dengan (D)ina dengan bantingan stirnya (dari cita-cita menjadi statistikawati), saat ini sedang sibuk dengan penyelesaian tugas akhir setelah menempuh pendidikan cinta dari aspek obat-obatan di sebuah jurusan sebuah fakultas sebuah Universitas negeri bergengsi di kawasan ibukota Indonesia.
Pada akhirnya nanti, siapa saja dari keempat penguasa tersebut yang berhasil lebih dulu melanjutkan hidup dengan sumpah setia bersama pasangan pilihannya, niscaya akan mendapatkan kesempatan pertama untuk mendapatkan piala bergilir.
Well, anyway GooD LucK buat para DLN2... ^_^
Semoga segera mendapat petunjuk dari Yang Maha Kuasa. Amin..

0 Comments:
Post a Comment
<< Home