Sunday, December 03, 2006

CEMILAN ANAK Vs OBESITAS

Banyak orang tua beranggapan salah bila melihat anaknya kurus. Mereka merasa malu dan minder sebab merasa tidak bisa merawat anaknya dengan baik sehingga anak tersebut kekurangan gizi. Untuk mengatasi hal tersebut akhirnya mereka memaksakan anaknya makan melebihi porsi yang wajar, biasanya dibantu dengan penggunaan obat nafsu makan. Padahal semua itu akan mengakibatkan obesitas pada anak. Apalagi seorang anak yang lahir dengan berat badan yang kurang dari normal biasanya merupakan indikator bahwa orang tuanya mengidap diabetes mellitus dan kemungkinan besar penyakit tersebut akan menurun pada anaknya.
Anak yang telah terbiasa makan dengan porsi yang sangat besar akhirnya akan sulit untuk dikendalikan sebab hipotalamusnya telah menjadi sangat aktif. Apalagi setelah anak tersebut tumbuh dan mulai mengerti lingkungan sekitar seperti iklan-iklan di TV yang menyajikan makanan cemilan anak yang sangat menggiurkan. Wow…ini akan menjadi masalah ynag cukup pelik bagi para orang tua. Anak-anak tersebut memang telah memahami lingkungannya, namun di sisi lain mereka belum dapat memahami arti pentingnya menjaga kesehatan.
Anak-anak yang sangat gemar mengkonsumsi coklat, es krim, dan cemilan lain yang mengandung kalori dan kadar garam yang tinggi memiliki resiko tinggi terkena obesitas yang selanjutnya berpotensi menimbulkan berbagai penyakit seperti diabetes mellitus dan hipertensi saat mereka dewasa. Coklat mengandung kakao, susu, dan gula yang berkalori tinggi. Es krim memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi sebab mengandung susu, telur, terutama yang ditambah coklat sebagai perasa. Selain itu dinginnya es krim dapat memberi dampak buruk bagi sistem pernafasan. Cemilan berupa biskuit-biskuit atau snack-snack lain biasanya memiliki kandungan garam yang cukup tinggi yang dapt menambah faktor resiko hipertensi saat mereka dewasa.

Berbagai sumber

BAGAIMANA AGAR POLA MAKAN ANAK TETAP TERKENDALI ???

Sebelumnya, para orang tua harus memehami lebih dulu bahwa anak yang kurus tidak selalu berarti kekurangan gizi. Anak yang pola makannya sudah baik, bergaya hidup sehat, dan memiliki riwayat kesehatan baik namun terlihat kurus biasanya akan tumbuh menjadi anak yang memiliki tulang dan daya tahan tubuh yang kuat sebab zat-zat gizi yang dikonsumsi digunakan tubuh secara optimal untuk pertumbuhannya.
Namun, jika pola makan anak sudah terlanjur sulituntuk dikendalikan, ada beberapa tips untuk mengatasinya :
- Jangan terapkan diet ketat pada anak, karena hal ini akan mengganggu proses pertumbuhannya.
- Kurangi asupan lemak, ganti dengan karbohidrat dan vitamin serta serat yang cukup dari sayuran dan buah-buahan.
- Biasakan makan bersama keluarga, amati pola makan anak.
- Ajarkan anak makan secara perlahan sehingga anak akan lebih sensitif merasa kenyang
- Kurangi kebiasaan menyediakan cemilan berupa makanan ringan, ganti dengan cemilan buah yang disajikan dengan kreasi yang menarik.
- Jika anak sudah bersekolah, upayakan membawa bekal dari rumah agar menu makannya dapat terkontrol.
- Jauhn TV dari ruang makan, sebab makan sambil nonton TV biasanya akan cenderung menambah nafsu makan.
- Jangan sekali-kali menjadikan makanan sebagai penghargaan atau hukuman bagi anak.

Berbagai sumber

JUGUN IANFU

Jugun ianfu adalah istilah Jepang dari budak seks yang ditipu, diculik, diperkosa, dan kemudian dipaksa menjadi pelayan nafsu tentara Jepang di masa penjajahan. Hal tersebut terungkap ketika Mbah Mardiyem memberi kesaksian di hadapan Mahkamah Internasional di Jepang (Pengadilan Kudan Kaikan, Tokyo) beberapa waktu lalu.

Ada fenomena baru yang muncul, ketika sebuah mode menggejala di Indonesia, yaitu sebuah mode baju ketat. Fenomena itu adalah penomena yang disebut “pelacuran diri” secara massal. Dikatakan melacur kerena ia menjadikan bagian dari tubuhnya bisa dinikmati siapa pun. Mungkin terlalu kasar istilah “pelacuran diri”, tapi itulah yang terjadi secara sadar atau pun tidak.
Kalau kita bisa sangat bersimpati kepada Mbah Mardiyem, maka akan sangat sulit bagi kita untuk memaklumi yang terjadi saat ini, ketika aurat sudah tidak berharga lagi. Ia ibarat jajanan pasar yang terbuka yang bisa dilihat siapa pun, bahkan bisa dipegang-pegang dan dijamah siapa pun. Yang bisa dicicipi dulu maupun tidak jadi membeli. Bahkan terkadang jajanan itu menjadi tempat berhinggap lalat-lalat.
Mbah Mardiyem dan cewek-cewek tersebut jelas berbeda, walaupun ada kesamaan. Kesamaannya adalah mereka sama-sama dipaksa. Yang satu dipaksa melacur setelah diculik dan diperkosa, sedangkan yang satu lagi dipaksa “melacur” setelah dicekoki pemikirannya, diracuni budayanya, dan dirusak susilanya melalui TV, radio, VCD, koran, dan semua persenjataan penghancur kebudayaan yang lain. Mereka dibuat sangat malu bila tidak mau mengikuti mode tersebut.
Naudzubillahi min dzaalik…
Biarlah orang mengukur kelebihan seorang wanita bukan dari penampilan fisik semata, melainkan dari pancaran akhlaq, kecerdasan, keanggunan, dan inner beauty yang lain.
Sumber : DKM At Thoyyibah

JILBAB DAN CANGKANG TELUR

Jilbab bukan sekedar mode atau tradisi kerdil, ia adalah sesuatu yang agung karena disyariatkan oleh Yang Maha Kuasa. Jika kita di pasar membeli telur, maka kita akan membeli telur yang kulitnya bersih dan tidak ada cacatnya. Jadi cangkang telur itu sangat penting sebab di sanalah letak harga telur itu ditentukan. Kalau diantara kalian ada yang punya cangkang yang berlubang, sobek, atau sengaja untuk tidak menutupi apa yang seharusnya tidak ditampakkan, bersiaplah untuk ditawar yang serendah-rendahnya.
Cangkang adalah perisai maha indah bak sebuah kotak perhiasan bagi mutiara. Ia melindungi embrio dari berbagai infeksi. Ia menjadi perisai gerak langkah. Menghindarkan diri dari perbuatan bahaya.
Wanita yang sholihah akan selalu menggunakan hijab yang sesuai dengan ketentuan syara’, khususnya pada saat dia akan keluar dari rumah untuk suatu kepentingan. Ia tidak diperbolehkan untuk keluar dari rumahnya dengan menampakkan aurat atau menggunakan busana yang mengundang daya tarik laki-laki yang memandangnya.
Wanita sholihah akan gemetar dengan apa yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW, siksa yang pedih bagi siapa saja yang tidak mengikuti aturannya, Beliau bersabda :
“Ada dua golongan dari penghuni neraka yang tidak pernah kulihat seperti mereka berdua, yaitu orang-orang yang membawa cemeti seperti ekor-ekor sapi yang dengan cemeti itu mereka memukul manusia danwanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak lenggok dan bergoyang –goyang kepala mereka seperti punuk unta yang bergoyang-goyang , mereka tidak masuk Syurga dan tidak dapat mencium baunya. Sesungguhnya bau Syurga itu bisa dicium dari jarak sekian lama dansekian lama” (HR. Muslim)
Sumber : DKM At Thoyyibah

Kedua artikel tersebut di atas adalah artikel yang saya temukan dalam tumpukan buku hasil koleksi selama kuliah. Saya tidak ingat dari mana asal lembaran tersebut, tapi yang pasti dari pertama kali saya membacanya dulu, saya sangat menyukainya. Artikel tersebut juga sempat menjadi salah satu hiasan dinding kamar saya.