CEMILAN ANAK Vs OBESITAS
Banyak orang tua beranggapan salah bila melihat anaknya kurus. Mereka merasa malu dan minder sebab merasa tidak bisa merawat anaknya dengan baik sehingga anak tersebut kekurangan gizi. Untuk mengatasi hal tersebut akhirnya mereka memaksakan anaknya makan melebihi porsi yang wajar, biasanya dibantu dengan penggunaan obat nafsu makan. Padahal semua itu akan mengakibatkan obesitas pada anak. Apalagi seorang anak yang lahir dengan berat badan yang kurang dari normal biasanya merupakan indikator bahwa orang tuanya mengidap diabetes mellitus dan kemungkinan besar penyakit tersebut akan menurun pada anaknya.
Anak yang telah terbiasa makan dengan porsi yang sangat besar akhirnya akan sulit untuk dikendalikan sebab hipotalamusnya telah menjadi sangat aktif. Apalagi setelah anak tersebut tumbuh dan mulai mengerti lingkungan sekitar seperti iklan-iklan di TV yang menyajikan makanan cemilan anak yang sangat menggiurkan. Wow…ini akan menjadi masalah ynag cukup pelik bagi para orang tua. Anak-anak tersebut memang telah memahami lingkungannya, namun di sisi lain mereka belum dapat memahami arti pentingnya menjaga kesehatan.
Anak-anak yang sangat gemar mengkonsumsi coklat, es krim, dan cemilan lain yang mengandung kalori dan kadar garam yang tinggi memiliki resiko tinggi terkena obesitas yang selanjutnya berpotensi menimbulkan berbagai penyakit seperti diabetes mellitus dan hipertensi saat mereka dewasa. Coklat mengandung kakao, susu, dan gula yang berkalori tinggi. Es krim memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi sebab mengandung susu, telur, terutama yang ditambah coklat sebagai perasa. Selain itu dinginnya es krim dapat memberi dampak buruk bagi sistem pernafasan. Cemilan berupa biskuit-biskuit atau snack-snack lain biasanya memiliki kandungan garam yang cukup tinggi yang dapt menambah faktor resiko hipertensi saat mereka dewasa.
Berbagai sumber
