Thursday, March 30, 2006

About LoVe ??? # $ % & @ ...

“How deep is your love ???” (Teke That)
“How far would you go for the one you love ?”
“They must know how much they mean to you…”
because, “A tree falls in a forest with no one hearing it. Does it really fall???”
“The answer is yes…”
“But who cares ?” (Adithya Mulya)
Hhhmmmm… dalem ya… tapi emang itulah kenyataannya. LOGIKA and REALITA.
Seorang bijak kan memahami
Cinta bukan dicari diraih
Cintapun hadir sendiri
(”Restoe Bumi” by Dewa 19)
“Aku, dirimu, dirinya tak akan pernah mengerti tentang suratan
Aku, dirimu, dirinya tak resah bila sadari cinta takkan salah”
(”Aku, dirimu, dirinya” by Kahitna)
Cinta emang ga akan pernah salah. Yang salah dan menjadi masalah adalah bagaimana cara peng-APLIKASI-an-nya.
My friends keep telling me
That if you really love her,
You've gotta set her free
And if she returns in time
I'll know she's mine
(“Heaven Knows” by Rick Price)

... and My Dreams are ....

Insya Allah setelah selesai skripsi, sebentar lagi saya bisa lulus dari GMSK (doain ya..). Setelah lulus banyak impian yang ingin saya wujudkan, diantaranya saya ingin punya klinik konsultasi gizi dan pelayanan kesehatan yang keren and profesional tapi gratisan buat semua masyarakat menengah ke bawah, agar mereka semua bisa meningkatkan status gizi dan kesehatan mereka, membantu menyadarkan mereka betapa pentingnya kehidupan dan lingkungan yang sehat. Sambil juga saya bisa mengaplikasikan impian saya dari kecil yaitu menjadi seorang penulis dan bisa menulis artikel-artikel kesehatan biar bisa bagi-bagi informasi kepada semua orang.... he..;p Impian saya yang lain adalah bisa menjadi seorang guru TK yang dekat dan disayangi oleh murid-muridnya, saya ingin mengaplikasikan ilmu saya tentang tumbuh kembang anak. So, saya akan mengajar sesuai dengan perkembangan mental mereka agar nantinya anak-anak Indonesia dapat berani dan percaya diri karena telah dididik sesuai karakter mereka.

GMSK.... hhhmmm... YUMMY... I’m love in it... ^_^

GMSK itu beda banget…. lain yang lain. Sebagian besar terdiri dari mahasiswi. Gak tau kenapa ya, tiap angkatan hanya ada sekitar 10% mahasiswanya, padahal ahli gizi cowok tuh most wanted lho...makanya temen-temen saya yang cowok tuh bangga banget kalo ditanya jurusan apa. Walaupun kalau main Futsal atau olahraga lainnya pas-pasan cowoknya he...;p Hal lain yang bikin GMSK beda adalah suasana kekeluargaan antara dosen, staf, dan mahasiswa. Sampai kalau ada acara apa-apa semua dosen turun tangan bareng-bareng para staf and mahasiswa. Misalnya aja tiap acara HPS (Hari Pelepasan Sarjana) di Departemen, semua dosen turun tangan bareng-bareng ikutan mendekor ruangan. So, enak lho kerja sambil nge-jokes bareng dosen-dosen and dibawin banyak makanan...he..;p
Bagi saya, GMSK itu asyik banget, semua ilmunya bisa dipake dalam kehidupan sehari-hari, sambil belajar menjadi ortu yang baik dan benar, secara tidak langsung saya juga harus belajar hidup sosial dan bemasyarakat. Contoh konkritnya dimulai ketika saya diterima di Badan Konsultasi Gizi (BKG), salah satu organisasi bergengsi di GMSK, setelah melalui seleksi ketat oleh para senior. Dalam BKG semua ilmu yang saya dapat selama kuliah benar-benar diaplikasikan. Sambil dibimbing oleh kakak-kakak senior, saya dan teman-teman belajar bagaimana menghadapi klien dan memberikan konsultasi gizi yang baik dan benar. Benar-benar real lho... qta sering diundang dalam beberapa acara kampus (dari Departemen dan Fakultas lain) untuk membuka stan konsultasi gizi kalau lagi ada event-event tertentu. Seru banget deh... stan BKG always rame, banyak dapat kenalan baru, kliennya betah banget konsultasi lama..;p
Selain itu saya juga mendapat pengalaman yang sangat berharga ketika Kuliah Kerja Profesi (KKP) di desa. Selama 7 minggu saya dan teman-teman dari depertemen lain tinggal di Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor dan melaksanakan berbagai program yang berkaitan dengan pertanian, sosial, serta gizi dan kesehatan. Setiap mahasiswa GMSK disebar ke 4 kabupaten di Jawa Barat & Jawa Tengah . Saya dan teman-teman GMSK lain sebagai satu-satunya mahasiswa GMSK dalam tim desa yang terdiri dari 6 orang gabungan mahasiswa berbagai departemen, bertanggung jawab penuh terhadap program khusus dari Departemen GMSK untuk melakukan maping status gizi seluruh balita yang ada di desa masing-masing. Alhasil setiap hari saya dan teman-teman satu tim harus mengikuti posyandu di seluruh RW yang ada di desa, setelah posyandu kami masih harus keliling desa, naik turun bukit door to door menimbang dan mengukur tinggi badan para balita. Diantara 1.214 balita yang berhasil kami timbang di Desa Gunung Picung, ditemukan 2 balita yang terkena gizi buruk dan puluhan balita dengan status gizi kurang. Balita yang gizi buruk langsung kami laporkan kepada Puskesmas setempat yang kemudian dirujuk ke Puslitbang Gizi Bogor. Selama KKP kami sebagai mahasiswa sangat dihargai dan dihormati oleh penduduk sekitar, bahkan ketika kami pamitan pulang, mereka melapas kami dengan tetesan air mata...hix...;p

What is your favorit lecture???

Salsabillah/25 Maret 2006
Selama 4 tahun kuliah di Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga (a.k.a GMSK), ada beberapa mata kuliah yang menjadi favorit saya, yaitu : “Anatomi Fisiologi”, mata kuliah ini mempelajari tubuh anatomi manusia secara keseluruhan, mulai dari sel hingga sistem-sistem organnya, dan berbagai aktivitas fisiologisnya terutama yang berhubungan dengan gizi. So, mata kuliah ini membuat kita serasa jadi anak kedokteran gitu....(he...;p) coz buku-buku referensinya banyak yang menggunakan buku kedokteran, tapi tidak mendalam seperti mahasiswa kedokteran.
Dalam bidang gizi, mata kuliah favorit saya adalah ”Ilmu Gizi Dasar”, dalam mata kuliah ini diajarkan ilmu gizi mulai dari dasar pengukuran status gizi, kebutuhan gizi, dan komponen zat-zat gizi. Selain itu saya juga mendapat mata kuliah yang berkaitan dengan pola keluarga, namanya mata kuliah ”Pengantar Ilmu Keluarga”, dari mata kuliah ini saya jadi tahu bahwa keluarga itu adalah sebuah sistem yang sangat rumit dan sangat berperan dalam pola pengasuhan anak yang akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangannya. Mata kuliah lain yang menjadi favorit saya adalah ”Tumbuh Kembang Manusia”, dalam mata kuliah ini dibahas pertumbuhan dan perkembangan manusia mulai dari zigot, embrio, janin, bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia. Setiap jenjang kehidupan dibahas aspek pertumbuhan fisik dan psikologisnya, serta tugas-tugas perkembangannya. Dari mata kuliah ini saya secara tidak langsung juga mempelajari ilmu psikologi dan kesehatan anak.
Ada juga beberapa mata kuliah yang membahas masalah pangan, salah satunya yang menjadi favorit saya adalah mata kuliah ”Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan”, asyik banget.. kuliahnya membahas mengenai isu-isu terkini seputar keamanan pangan. Mata kuliah terakhir yang menjadi favorit saya adalah ”Konsultasi Gizi”, mata kuliah ini adalah aplikasi dari seluruh mata kuliah yang telah kami pelajari. Dalam mata kuliah ini kami diajarkan cara menjadi konsultan gizi yang kompeten. Salah satu tugas praktikumnya adalah setiap kelompok yang terdiri dari 12 orang mengadakan sebuah seminar populer tentang diet dan gizi. Wow.... pengalaman berharga banget deh... kebetulan kelompok saya mendapat tema tentang ”Diet Okinawa”. Seru banget, mulai dari mencari pembicara yang kompeten, meng”arrange” acara, publikasi, dan mendekor tempat, semua dibuat ala Jepang.

Dhira jadi ”Sarjana” ??????

Wow.... gak terasa ya seorang Nadhira dah mau jadi ”Sarjana” amin.... itulah kalimat yang sering saya dengar dari lingkungan keluarga. Mereka masih menganggap saya seolah seperti anak-anak yang masih kecil, masih lucu....;o) padahal dhira kan memang anak normal yang Alhamdulillah juga bisa tumbuh normal sesuai dengan waktunya. Even honestly empat tahun kuliah memang lumayan terasa cepat.
Pertanyaan yang paling pantas adalah ”Apa yang dhira dapat dari kuliah empat tahun tersebut??”
Alhamdulillah banyak. Dhira bisa dapat ratusan teman baru dari berbagai daerah dengan bebragai macam sifat dan karakter, belajar hidup mandiri dan bertanggung jawab, serta tak lupa berbagai atribut baru dari dunia kampus mulai dari beberapa kaos & jaket baru sampai bertumpuk-tumpuk fotokopian diktat dan buku-buku yang mengandung ilmu-ilmu, pengalaman-pengalaman yang sangat berharga dan ga mungkin dhira bisa lupa. Hhmmm... jadi ingat, ada satu kutipan dari sebuah buku sufi yang pernah saya baca :
“Seorang sarjana yang tidak mempraktikkan apa yang telah ia pelajari bagaikan seekor keledai yang mengangkut banyak buku; Buku-buku yang dibawa di dalam gerobak keledai itu tidak dapat mengubah keledai tersebut, begitu pula halnya dengan buku-buku yang hanya tersimpan di dalam kepala para sarjana”.
Semoga kita semua dapat selalu menjadi orang yang pandai mambalas cinta kasih yang ALLAH SWT berikan dengan selalu BERSYUKUR. Amin...

SYUKURKU

Saya hidup dan tumbuh dengan kekuatan do’a dan kasih sayang.
Bersyukur. Itu hal utama yang diajarkan Ummi. Alhamdulillah saya merasakan semua kekuatan Syukur dan keikhlasan do’a dari kedua orang tua, keluarga, dan orang-orang terdekat saya.
Belakangan ini entah mengapa saya sering memperhatikan karakter orang dan menilai latar belakang mereka (hmm... honestly maaf kalau saya mambandingkannya dengan kehidupan saya pribadi). Hasil pangamatan dan analisis saya manyimpulkan bahwa anak-anak yang tidak mandapatkan trust dari lingkungannya, cenderung akan tumbuh menjadi orang yang sulit percaya pada lingkungannya bahkan menjadi tidak peduli, kurang percaya diri, dan lebih sulit untuk bersyukur dengan apa yang telah diterimanya.
Saya sangat menyadari dan bersyukur bahwa saya tumbuh menjadi seseorang yang percaya diri, dan cenderung peduli dengan lingkungan. Itu semua berkat didikan dan suasana lingkungan keluarga yang memang membuat saya selalu merasa nyaman dan percaya (trust) serta mendapatkan kebebasan untuk berekspresi. Kedua orang tua saya sudah mananamkan kepercayaan pada saya sejak saya kecil, dan terus meningkat hingga saya dewasa. Mereka cenderung mamberikan saya kebebasan dengan syarat tuntutan tanggung jawab dengan apa yang saya rencanakan dan lakukan.
Dari hal ini dapat terlihat nyata bahwa ”Teori Efek Hipnotis Pengasuhan” memang terbukti.

Pengunaan “gue”, “saya”, dan “aku”

Hmmm… belakangan ini seorang dhira lagi berusaha untuk membiasakan diri mulai beradaptasi dengan lingkungan professional. Sesedarhana penggunaan kata ganti dulu deh…. Kayaknya ga enak aja kalo nanti suatu saat dhira dah jadi seorang “Profesional” di dunia kerja profesional tentunya, trus masih terbiasa membahasakan diri dengan kata ganti “gue” he…;p Ga bagus kan.....
Ada dua option kata yang biasa digunakan sebagai kata ganti orang pertama tunggal “aku” dan “saya”. Mulanya dhira lumayan lebih terbiasa dengan penggunaan “aku” (maybe karena kebawa lingkungan awal kuliah juga ya… banyak teman orang Jawa gitu ;p…) tapi, kayaknya penggunaan “aku” kurang dapat diterima di lingkungan dhira. Di rumah aba protes, ga gitu suka dengan penggunaan “aku”nya dhira. Di kampus juga pernah kena tegur karena penggunaan ”aku” tersebut ketika bicara ama dosen. Wow... padahal si ibu dosen itu juga orang Jawa. So, kayaknya pilihan dhira jatuh pada penggunaan ”saya”....
He.... do’ain aja ya... biar Dhira bisa jadi profesional yang sopan.....
(Anyway.... any advice??? Bagus ga???? Pentes ga seh???)